Pendidikan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

On May 12, 2013 by esti

Pada hakikatnya, kualitas suatu bangsa dapat diukur dari kualitas rakyatnya. Bangsa yang baik adalah bangsa dengan kualitas rakyat yang baik pula. Maka dari itu rakyat memiliki hak untuk senantiasa mengembangkan dirinya agar menjadi individu yang berkualitas. Hal ini jelas diamanatkan dalam UUD 1945 pasal 28B ayat (1) yaitu “setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi,seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya “. Selain itu hal ini juga jalas tercantum di dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa tujuan negara antaralain memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.  Berdasarkan hal ini sudah sangat jelas bahwa bangsa memiliki kewajiban untuk memfasilitasi rakyat agar dapat memperoleh pendidikan yang layak, agar setiap rakyat tanpa terkecuali dapat memiliki akses yang sama akan pendidikan.

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi tiap individu. Hal ini dikarenakan dengan pendidikan individu akan memiliki wadah untuk mengembangkan dirinya dan tumbuh menjadi individu yang terdidik. Individu terdidik dan cerdas inilah yang kemudian akan mampu berjuang untuk mensejahterakan dirinya dan juga mensejahterakan bangsanya, karena dimasa yang akan datang bangsa akan sangat membutuhkan sumber daya yang berkualitas untuk mampu terus berjuang menghadapi perkembangan global.

Namun bagaimana kenyataannya ? apakah partisipasi maskarakat akan pendidikan sudah cukup besar  ?

Angka Partisipasi Sekolah di Indonesia masih terbilang cukup rendah. Dapat kita lihat berdasarkan data BPS, APK SMP pada tahun 2011 sudah mencapai 89% , namun APK untuk SMA barulah mencapai angka 63%. Menurut data dari komisi X DPR menyatakan bahwa pada tahun 2011 masih terdapat 10.268 juta siswa usia  SD dan SMP yang putus sekolah, serta terdapat 3,8  juta siswa SMA yang tidak dapat melanjutkan sekolah. Berdasarkan hal ini dapat kita lihat bahwa angka putus sekolah di Indonesi masih cukup besar. Hal ini dapat dikarenakan oleh beberapa faktor seperti kesulitan ekonomi, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan serta akses akan pendidikan.

Tabel 1. Partisipasi Pendidikan Formal- Angka Partisipasi Kasar 2009-2011

 

 

Indikator

2009

2010

2011

PARTISPASI PENDIDIKAN FORMAL
Angka Partisipasi Kasar SD/MI

110.35

111.63

102.44

Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs

81.38

80.35

89.09

Angka Partisipasi Kasar SMA/MA

57.42

62.53

63.86

Angka Partisipasi Kasar PT

14.42

16.35

17.28

Sumber : BPS RI

Salah satu alasan utama  yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah adalah mahalnya biaya pendidikan. Mirisnya, kini pendidikan juga telah dijadikan sebagai suatu ajang bisnis untuk memperoleh keuntungan sehingga biaya pendidikan dirasakan sangat mahal dan hanya kaum-kaum tertentu yang pada akhirnya dapat mengakses pendidikan. Hal inilah yang kemudian memberikan pilihan kepada masyarakat terutama masyarakat ekonomi kelas bawah untuk putus sekolah atau bahkan tidak bersekolah.

Untuk mengatasi hal ini beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah seperti sekolah geratis untuk SD dan SMP. Namun walaupun telah ditetapkan kebijakan seperti ini tetap saja ada biaya biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat, seperti iuran bulanan, biaya seragam, biaya transport dan biaya pemenuhan alat tulis. Komponen biaya biaya ini tentunya dirasa cukup mahal terutama bagi mereka yang dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Mengingat masih sangat banyak penduduk miskin di Indonesia yang mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan maka Indonesia seharusnya tidak termakan doktrin neoliberal yang mangatakan bahwa, agar pendidikan efisiien negara mesti mengurangi campur tangan dalam pendidikan dan serahkan semuanya kepada mekanisme pasar. Jika hal ini diterapkan di Indonesia maka akan semakin banyak penduduk yang tidak mampu mengakses pendidikan. Maka dari itu untuk mengatasi hal ini diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih jauh. Misalkan pemerintah memberikan perhatian khusus bagi penduduk miskin dengan memberikan bantuan pembebasan biaya masuk sekolah, biaya seragam dan iuran bulanan, serta  memberikan beasiswa prestasi secara rutin bagi mereka masyarakat dengan kesulitan ekonomi,  sehingga dapat mendorong mereka untuk terus memiliki semangat yang besar dalam bersekolah, bersemangat untuk terus berprestasi sehingga dapat tumbuh menjadi individu invidu yang cerdas

oleh : Bella Ahyu Winanti

Sumber Referensi:

2011, 14 Juta Anak Indonesia Putus Sekolah. (2011, Desember 26). Retrieved Mei 11, 2013, from ZamrudTv: http://www.zamrudtv.com/filezam/nasional/medianasional.php?module=detailnasional&id=3065

Angka Partisipasi Pendidikan. (2012, Juli 14). Retrieved Mei 11, 2013, from BerdikariOnline.: http://m.berdikarionline.com/editorial/20120714/angka-partisipasi-sekolah.html

Indikator Pendidikan 1994-2011. (n.d.). Retrieved Mei 11, 2013, from Badan Pusat Statistik: http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=28&notab=1

Statistik, B. P. (2012, Oktober). Profil Anak Indonesia. Retrieved Mei 10, 2013, from https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&sqi=2&ved=0CDUQFjAC&url=http%3A%2F%2Fmenegpp.go.id%2FV2%2Findex.php%2Fdaftar-buku%2Fprofil-anak%3Fdownload%3D510%253Aprofilanak2012&ei=-umNUYLGAYbTrQeX1YH4Dg&usg=AFQjCNH4d2Tl_A7_55T8c

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>